Instagram

Thursday, August 13, 2009

Musibah - Bicara 1

Orang Yang Menyerahkan Urusannya Ketika Musibah Dan Berharap Pahala, Akan Diganti Oleh Allah Dengan Kebaikan.


Segala sesuatu yang hilang darimu ada gantinya, namun bila Allah meninggalkanmu, tiada yang dapat menggantikanNya.

Hendaklah dia menyedari bahagiannya mendapat musibah itu adalah kerana hasil dari yang diperbuatnya.

Barangsiapa yang redha, dia akan memperoleh pahala keredhaannya.

Barangsiapa yang mengutukinya, maka baginya dosa kutukan itu.

Pilihlah buat dirimu bahagian TERBURUK / TERBAIK.
Jika yang engkau lakukan adalah kutukan dan kekufuran, engkau akan dikumpulkan di lembah kebinasaan.
Jika engkau membuat kesedihan hingga lalai melaksanakan yang wajib serta mengerjakan yang haram, engkau akan masuk ke lembah orang-orang yang lalai.

Jika engkau mengeluh dan tidak sabar serta tidak redha, engkau akan masuk ke lembah orang-orang yang dungu.

Jika engkau menentang Allah dan menyalahkan kebijaksanaanNya serta mengingkari takdirNya, bererti engkau mengetuk pintu kekafiran dan ia terbuka bagimu.
  • Waspadalah terhadap seksa Allah yang akan menimpamu.
  • Sesungguhnya Allah selalu memantau orang yang menentangNya.


NAMUN,

Kalau engkau lakukan dengan sabar dan teguh hati, engkau akan dimasukkan ke dalam kumpulan orang-orang yang sabar.

Kalau engkau redha kepada Allah dan redha bahawa semua itu hanya dari Allah juga, bergembira pula dengan qadhaNya, engkau akan dimasukkan ke dalam kumpulan orang-orang yang redha.

Kalau engkau bersyukur dan memuji Allah, maka engkau akan dimasukkan ke dalam kumpulan orang-orang syukur dan sabar.

Kalau sampai timbul kecintaanmu dan kerinduanmu untuk berjumpa dengan Allah, maka engkau akan dimasukkan ke dalam kumpulan orang-orang yang cinta dan ikhlas kepadaNya.

Ubat mujarab bagi orang yang ditimpa musibah ialah mentaati Allah, Rabb dan Ilahnya dalam segala yang dicintai dan diredhaiNya. Rahsia cinta dan keistimewaannya adalah keinginan untuk menuruti apa yang dicintai.
Barangsiapa yang mendakwa cinta terhadap sesuatu, lalu mengutuki apa yang ia cintai dan memperbuat sesuatu yang ia benci, bererti dia telah menunjukkan bahawa dirinya adalah pendusta dan membuat yang dicintainya itu murka padanya.
Abu Darda mengatakan:

"Apabila Allah menetapkan suatu takdir, Allah suka bila takdirNya itu diredhai"
Muhasabah adalah satu cara menenang jiwa tatkala ditimpa musibah.


Sumber : Kitab Terjemahan "Penawar Bagi Orang Yang Ditimpa Musibah."

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...